Ajaran Konghucu dan Pendidikan Sekolah di Indonesia
Buku ini mengupas topik serius dalam kajian pemikiran politik Islam, yakni relasi Islam dan demokrasi. Bahwa Islam cocok dan mempunyai kapasitas topang terhadap demokrasi. Prinsip-prinsip dasar Islam, bukan saja tidak bermusuhan dengan demokrasi, malahan mampu memberikan substansiasi moral secara lebih maknawi. Dalam pemikiran demokrasi ala Nurcholish Madjid yang secara khusus dibedah. Buku ini…
ERA REFORMASI di Indonesia yang telah berjalan lebih dari dua dekade sejak 1948, telah menggambarkan dinamika kontestasi politik populis hingar-bingar di tengah demokrasi yang menggeliat. Buku ini memuat ragam tulisan yang memotret dinamika kepolitikan umat Islam, yang bergumul di antara kekuatan-kekuatan politik yang saling bersaing dan bersanding; dipenuhi ragam kepuasan, pun kekecewaan. Part…
Buku ini memuat kurang lebih Empat Puluh Judul Khotbah tentang Pandangan Agama Khonghucu terhadap Korupsi, sikap Agama Khonghucu terhadap perbuatan Korupsi dan bagaimana Agama Khonghucu mengantisipasi supaya di negeri ini tidak ada Korupsi. Khotbah-khotbah ini ditulis oleh para rohaniawan Agama Khonghucu dari daerah di seluruh Indonesia, masing-masing menulis secara terpisah, tanpa saling ko…
Upaya pemberantasan budaya korupsi hendaknya dilakukan dari berbagai aspek, khusus dalam bidang agama; aspek moral dan spiritual tentu merupakan tanggungjawabnya. Oleh karena itu bagi tokoh buddhis, para Dhammaduta, maupun umat Buddha sekalian, pembinaan moral dan spiritual Buddhis perlu disebarluaskan bagi masyarakat bukan hanya diajak mendengar anjuran moral dan spiritual itu, tapi juga diaja…
Salah satu sisi kehidupan Rasulullah Saw yang paling banyak disalah fahami adalah aspek kehidupan keluarganya. Kesalah fahaman ini bukan saja dikalangan orientalis tetpi tidak sedikit juga terjadi dengan ummat Islam. Banyak yang menuduh bahwa praktek poligami Rasul memiliki banyak masalah, ia haus wanita, ia seorang fedofil dan lain sebagainya. Hampir bisa dipastikan keslah fahaman ini terjadi …
Rasulullah Saw adalah seorang yang mampu mengembangkan diri dan mengatasi berbagai kesulitan hidup dengan luar biasa. Ia terlahir yatim, usia 6 tahun yatim piatu dan di asuh sang Kakek. Usia 8 tahun kakek pun meninggal dan dititipkan ke sang paman yang relatif miskin. Dalam usia di bawah 10 tahun ia harus mengais nafkahnya sendiri menjadi pengembala, mencari kaytu bakar, buruh batu dan pasir se…