Pembangunan di masa Orde Baru mulai dilaksanakan dengan program rehabilitasi dan stabilisasi ekonomi yang berlangsung dalam periode 1966-1969. sejak repelita I dimulai, program rehabilitasi ekonomi sebenarnya tetap diteruskan, tetapi tidak lagi banyak dibicarakan.
Enam tokoh pemimpina alternatif dalam buku ini mencoba mengemukakan gagasanya tentang keIndonesiaan kini dan masa depan. Cara pandang dan fokus persoalan yang mereka kemukakan mungkin menarik untuk direnungkan berasma. Hal yang sama pentingnya untuk merenungkan kenapa mereka yang punya pandangan bagus ini justru berdiri di luar garis.
Muda dan tanpa pengalaman. Itulah bekal yang dimiliki para pemuja kemerdekaan ketika Indonesia memasuko gerbang revolusi 1945. Tantangan bertubi-tubi harus dibayar dengan tumpahan darah dan tetes air mata. Revolusi bergelora cenderung tak terkendali. Siapapun sulit menghambat atau bahkan mengentikannya. Namun untuk sebagian hal itu tampak kurang berlaku bagi daerah tertentu di Indonesia. Salah …
Mengingat bahwa buku ini ditulis berdasarkan catatan harian beliau dan komentar berbagai surat kabar nasional pada masa itu maka buku ini seolah-olah merupakan rekaman ulang sebuah realitas politik yang amat mencekam saat itu. Meskipun demikian sisi-sisi kelembutan, di tengah-tengah ketegasan sikapnya, seorang anak bangsa yang bernama B.J. Habibie sangat jelas tergambarkan pula di dalam buku ini.