Kerawanan-Kerawanan Sosial Politik di Dalam Negeri yang Timbul Tahun 1980-1981
Pengarahan Menteri Dalam Negeri Tentang Strategi Pembinaan Politik Dalam Negeri Departemen Penerangan Tahun 1996 di Wisma Grafika - Jakarta Tanggal 27 Juni 1996
Politik Orde Baru yang berakhir dengan kegagalan telah membawa bangsa ini dalam resiko ketidakpastian. Segala kekuatan politik kini berlaga untuk mendapat dukungan rakyat dan jika beruntung akan duduk dalam kekuasaan. Di sisi lain tuntutan akan perubahan kini mengalir keras dari kekuatan radikal maupun moderat. Berhadapan dengan itu semua, penguasa harus berhitung waktu sambil memainkan kartu-k…
Saat masuk panggung politik, politisi harus siap tancap gas mempraktikkan kemampuan komunikasi politiknya dalam mengurai perannya di panggung politik. Pasalnya, politik pertunjukan di panggung politik, baik di panggung depan (“front stage”), panggung tengah (“middle stage”), maupun panggung belakang (“back stage”), harus dikelola sedemikian rupa. Boleh jadi, secara teoritis setiap p…
Buku ini membahas tentang partai-partai yang ada di Indonesia pada tahun 1950an yang membahas tentang anggaran dasar, riwayat, program hingga perwakilan dari masing-masing partai.
Buku ini membahas tentang konferensi yang di adakan pada 28 Desember 1954 di Bogor yang dihadiri oleh lima negara.
Dalam buku ini dibahas tentang teori dan ragam ideologi-politik dari yang terklasik hingga yang termutakhir dari liberalisme dan demokrasi, konservatisme dan sayap kanan, nasionalisme dan internasionalisme, sosialisme, anarkisme, marxisme, rasisme dan fasisme, kanan baru, ideologi pembebasan, dan radikalisme baru yang meliputi ideologi animalisme, feminisme, ideologi kaum guy, dan fundamentalis…
Buku ini berisi sejumlah uraian tentang teori politik dan komunikasi, kepartaian, jajak pendapat, metode dan teknik kampanye, undang-undang dan peraturan pemerintah tentang kepartaian, hubungan politisi, warisan, dan artis, etika dan pembentukan karakter politisi sebagai "negarawan", sampai pada riset dan pengembangan karier dalam komunikasi politik.
Politik elektoral dan perubahan kebijakan cenderung meningkatkan perilaku intoleransi dan memperburuk kohesi sosial. Kontestasi politik dalam pemilihan umum atau pemilihan daerah kerap kali disusupi oleh sentimen pada agama atau etnik tertentu untuk menutupi motif sesungguhnya, yaitu perebutan kekuasaan dan sumber daya ekonomi
Berdiri diatas kaki sendiri (BERDIKARI): Amanat politik Presiden/Pemimpin Besar Revolusi/Mandataris MPRS 11 April 1963