Buku ini membentang-luaskan sejarah pemikiran dan perdebatan tentang wacana yang kita sebut “estetika”. Inilah warisan dari abad ke-18 yang mengadopsi kata dalam bahasa Yunani, “aesthêsis” yang berarti pencerapan inderawi. Melalui wacana estetika, seni dikaji sebagai gugus estetik (aesthetic entities), dan segera dibedakan dengan entitas nalar atau pikiran rasional (noetic entities). K…
Buku ini berangkat dari andaian lain: filsafat harus seperti dunia; ia mesti mencakup segalanya. Mengembalikan epik: mencipta sebuah sistem filsafat gigantis yang menyeluruh sebagai imbangan dari robekan-robekan sepintas lalu yang diberikan pemikiran. Berpaling kepada kekuatan utama filsafat--nalar semata--ia menangguhkan seluruh keyakinan filosofis lama tentang dunia, segala macam teori, doktr…